Hari ini
aku terlambat ke sekolah. ini sudah menjadi kebiasaanku. Aku adalah orang
pemalas. Tadi pagi saja, aku tidak membereskan tempat tidurku. Seperti biasa,
aku selalu lolos dari pengawasan penjaga sekolah. aku tidak pernah ketahuan
terlambat. Akan tetapi, semua guru selalu mengawasiku. Bisa dibilang aku adalah
anak yang sangat nakal. Dan namaku adalah Putri Jessica. Memang aku ini adalah
seorang perempuan. Akan tetapi pekerjaanku selalu saja berkelahi terutama
dengan teman lelaki. Lihat di baliho itu! Wajah yang terpampang nyata diatas sana. Wajahnya yang so handsome, dan
sangat mengemaskan. So cool dengan mengenakan pakaian basketnya, terutama
dengan cara dia memegang bola itu sangat mengagumkan. Tidak salah jikalau aku
mengidolakannya. Dan laki-laki itu bernama Rifky Ferdinand. Dia adalah seorang
yang sangat aku idolakan. Jika aku berada di depannya, tubuhku terasa kaku. Aku
terlihat seperti patung. Aku tidak bisa mengeluarkan sepatah-kata pun. Mungkin
memang begitu rasanya bertemu dengan idola sendiri. Yup, itu adalah dulu saat
aku masih mengidolakannya. Dan sekarang, wajah itu adalah wajah monster. Orang
yang hidup dengan keangkuhan. Dia sangat suka menyombongkan kehebatannya. Dan
yang paling parah dia suka mengganggu teman-teman yang lainnya. Dan jika aku
bertemu dengannya. Aku selalu merasa ingin marah. Karena dia selalu membuatku
jengkel. Uhmm… dari tadi aku mengoceh terus. Tapi, kelas ini kenapa sepi
sekali? Kemana mereka? Suara langkah kaki itu menuju ke sini. Siapa yang
datang? Aku harus duduk dan berpura-pura sakit.
“Jessica, what do you do?”
“uhmm… saya sedang tidak enak badan pak”
“kenapa tidak ke UKS saja?”
“males jalan pak”
“Pantesan saja kamu tidak ikutan ke laboratorium
biologi”
“iya, pak”
“ya, sudah. Istirahat saja”
“baik, pak”
Aku
lupa jika sekarang ada jadwal praktik biologi. Pantesan saja kelas ini terlihat
sepi. Dari pada berdiam diri di kelas untuk dua jam pelajaran, lebih baik aku
berjalan keluar kelas saja. Aku tidak memperhatikan jalanku karena keasyikanku
mendengar lagu. Seseorang menabrakku dari depan. Aku memang salah, tapi aku
tidak mau di salahkan terutama untuk orang seperti Rifky.
“kamu punya matakan? Kalau jalan lihat-lahat! Kamu
jadi nabrak aku!”
“apa bedanya aku sama kamu? Kenapa kamu bisa tertabrak
aku? Dari pada kamu memarahiku, lebih baik bantuin aku mengambil buku-bukuku
yang jatuh!”
“bukannya kamu cewek strong? Ambil saja sendiri!
aku duluan ya…”
“Rifky…!!!”
Rifky
memang selalu membuatku jengkel. Dia orang yang sangat menyebalkan. Oleh karena
itu aku sangat membencinya. Dengan kesalnya aku mengambil buku-bukuku yang
terjatuh tadi. Kemudian aku melanjutkan perjalananku. Aku tidak tahu akan pergi
kemana. Dari pada aku bingung, lebih baik aku pegi ke ruang laboratorium
biologi saja. Tapi, aku pasti akan di marahi karena telat masuk. Bagaimana ini?
Kenapa aku tidak masuk secara diam-diam saja? Aku memang cerdas. Uhmmm… apakah
aku tidak salah jalan? Ini benar jalannya kan? Udah berapa lama aku sekolah
disini? Kenapa aku tidak ingat jalannya. Nah, tepat di depanku! Akhirnya aku
menemukan ruang laboratorium biologi. Tapi, kenapa tidak ada tulisannya? Aku
yakin sekali ini adalah ruang laboratorium biologi. Tanpa harus berpikir
panjang, aku masuk saja. Anehnya, ruangan ini penuh dengan peralatan praktium
kimia. Ruangannya juga tampak berbeda. Apakah ruangan ini sudah berubah menjadi
ruang laboratorium kimia? Ini sangat aneh sekali! Langkahku terus menuju ke
tempat praktikum. Kenapa ibu rina ada disini? Aku sangat bingung. Sampai ada
orang yang berteriak kepadaku. Suaranya tidak asing. Suara itu adalah suara
yang aku dengar tadi pagi. Suara itu adalah suara rifky
“hey bocah! Sedang apa kau di sini? Mau ikutan
praktik kimia ya?”
“Jessica? Sedang apa kamu disini?”
“Maaf bu, saya salah masuk ruangan”
“Bocah itu bohong bu! Palingan cuman alasannya
saja! Dia mau lihat saya itu bu”
“Jaga ucapanmu rifky! Berhenti panggil aku bocah!
Karena aku bukan bocah!”
“terserah aku. Dasar bocah!”
“sudah! Diam! Rifky, berhenti! Lebih baik kamu
diam saja”
“iya, bu”
“Jessica”
“iya, bu”
“bukankah kamu ada praktik biologi? Jam praktik
sudah di mulai dari tadi”
“Saya sedang tidak enak badan bu. Itu sebabnya
saya tidak pergi. Tapi, saya kesepian di kelas bu. Saya terpaksa mau ikutan
praktik. Tapi saya malah nyasar di ruangan ini”
“Ya, sudah. Kamu lebih baik kembali ke kelas atau
pergi ke UKS saja kalau tidak kuat”
“tidak bu, saya kuat”
“Rifky!”
“iya, bu”
“antarkan Jessica ke UKS. Temani dia di sana
sampai bel berbunyi”
“tapi bu..”(Belum selesai berbicara)
“itu hukuman untuk kamu karena kamu telat masuk
pelajaran ibu”
“baiklah bu. Ayo jalan Jessica!”
“Iya, kamu tidak perlu membentakku”
Aku
tidak menyangkah dia mau menemaniku. Orang keras kepala seperti dia? Ternyata
dia memiliki hati yang baik. Aku dan dia terus berjalan menyusuri jalan ini.
Tak mampu diriku memendam rasa ingin tahuku kepada dia. Mungkin dia merasa
bosan dengan diriku. Karena aku selalu saja bertanya kepadanya.
“kamu pasti marah ya?”
“marah untuk apa?”
“karena harus menemaniku?”
“ini bukan salahmu. Berhenti untuk bertanya padaku
lagi!”
“tumben saja kamu tidak menyalahkanku. Biasanya
kamu menyalahkanku terus”
“sudahku bilang jangan bertanya lagi! Aku hanya
ingin punya teman berkelahi”
“apa? Kamu gila ya? Kenapa harus aku? Aku ini
perempuan!”
“aku tidak pernah menganggapmu sebagai perempuan”
“apa?”
“aku bercanda. Maksudku, selama ini semua
perempuan memerperlakukan aku sebagai orang terpopuler. Tapi, setelah bertemu
denganmu, aku merasa bahwa jati diriku yang sebenarnya telah kembali”
“jadi, berterima kasihlah kepadaku”
“sayang nya aku tidak pernah terpikir akan hal
itu”
“kamu memulainya lagi”
Mulai
dari kejadian itu aku dan rifky selalu bersama. Aku merasa ada perasaan yang
mendalam sekali. Apa itu? Mungkinkah itu cinta? Aku tidak menyangkah bahwa
akhirnya aku bisa bersama idolaku. Aku telah mengalami berbagai rintangan. Ini
aneh! Kenapa aku masih saja mengidolakannya? Bukankah aku sangat membencinya?
Ah, mungkin ini hanya firasatku saja. Seiring berjalannya waktu, rifky telah
berubah. Dia sangat sering mengunjungiku. Dia juga sering mentraktirin aku
jikalau aku dan dia pergi ke kantin. Dan diluar dugaanku, dia juga sangat
sering bermain ke rumahku. Dia juga sangat akrab dengan mamaku. Akan tetapi
tidak dengan papaku. Karena papaku jarang dirumah. Bisa dibilang kalau papaku
tidak pernah di rumah. Papaku sibuk dengan pekerjaannya. Itu sebabnya rifky
tidak pernah bertemu dengan papaku. Yang rifky tahu tentang papaku hanya pergi
keluar kota. Pemikirannya itu memang benar. Lagi pula selama ini aku juga hanya
dikirimi uang saja oleh papaku. Uhmm… hidupku memang tak karuan. Aku saja tidak
karuan, apalagi hidupku. Aku salut dengan rifky. Padahal hanya beberapa hari
untuk bisa dekat denganku. Dengan waktu sesingkat itu dia bisa akrab dengan
mamaku. Meskipun begitu, aku tidak ingin berharap lebih dengannya. Karena aku
tahu, pasti dia memiliki seseorang di hatinya. Bohong jika tidak ada. Siapa
yang tidak menyukai pria multitalent seperti rifky. Dia sangat ideals untuk
tipe pria idaman. Sekarang aku hanya bisa memainkan peranku sebagai sahabatnya.
Karena dia telah menganggapku sebagai sahabatnya. Jadi, tidak terlintas
dikepalaku jikalau aku bisa bermain peran sebagai tokoh utama dalam sebuah
film. Uhmm… maksudku aku beharap bisa menjadi pacarnya. Munking aku bisa
mendapatkan peran itu didalam mimpi. Aduh, aku terlalu banyak berkhayal. Dan
akhirnya aku ketagihan. Khayalanku tidak bisa terkontrol.
Suatu
hari aku menemukan sebuah surat diatas mejaku. Aku menduga itu adalah surat
dari rifky. Karena rifky sangat malu untuk berbicara denganku kalau untuk hal
serius. Namanya juga cowok terpopuler di sekolah. Pasti fans nya tidak akan
membiarkan aku untuk mendekati rifky lagi jikalau aku dan rifky berbicara
serius. Dan secara kebetulan dia lewat depan kelasku. Dia juga menyapaku. Aku
penasaran dengan isi dalam surat itu. Dengan terburu-buru aku membuka dan
membaca surat itu.
|
Dear Jessica
Bisakah aku bertemu denganmu
di taman nanti saat jam istirahat? Aku mengharapkan kehadiranmu. Dan aku
akan menunggumu disana hingga kamu datang.
RFA
|
RFA? Sejak kapan
rifky menambahkan huruf A dinamanya? Uhmm… mungkin agar semua orang tidak
berpikir bahwa yang mengirimiku surat adalah dia. Wah, ternyata dia pandai
melihat situasi. Tapi, apakah ada hal penting yang ingin dia bicarakan? Kenapa dia
ingin bertemu denganku secara diam-diam? Aku penasaran sekali. Aku tersentak
saat teman sebangku ku si merry mengagetkanku.
“Jessica, kenapa kaget begitu? Aku Cuma menyapamu saja”
“Iya, aku kaget saja kalau kamu tiba-tiba datang dan
berteriak”
“uhmm… sorry. But, what is that?”
“Nothing”
“Biar aku lihat”
“jangan!”
“wow, Jessica? Siapa inisial RFA itu? Wah, kamu punya temen
dekat baru ya? Atau kamu punya pacar tanpa kita ketahui?”
“aku tidak tahu menahu soal surat itu. Tiba-tiba saja tadi
waktu aku ingin duduk, surat itu sudah ada di atas mejaku”
“jadi, kamu punya penggemar rahasia Jessica!”
Merry tampak
bahagia melihat surat itu. Dan dia menyebarluaskan masalah itu. Bahkan dia
memfoto surat itu. Setelah itu, dia upload ke, facebook, twitter, intagram,
bahkan jadi DP bbm dan membuat PM yang sangat mengejutkan. Suasana kelas pun
sedang ramai. Kelasku telah di gemparkan dengan berita surat itu. Surat itu
milikku. Lalu kenapa mereka jadi ikut campur? Bahkan hingga waktu aku istirahat
pun, berita itu masih dibahas. Aku tak menghiraukan gosip yang telah beredar
mengenai surat itu dan diriku. Aku terus berjalan dengan niat menuju ke taman.
Tapi, saat aku akan tiba di taman, aku berhadapan dengan rifky. Dia bertanya
padaku tentang kemana aku pergi. Dan aku menjawab akan ke taman. Aku menyadari
bahwa ada yang mengikutiku dari belakang. Aku terburu-buru berjalan menuju
taman. Sedangkan rifky memberiku tatapan yang aneh. Aku jadi merasa bersalah
karena telah membiarkan merry menyebarluaskan tentang surat itu. Dan mungkin
itu alasan rifky berpura-pura tidak tahu aku akan pergi kemana. Saat aku tiba
di taman, aku melihat sosok seseorang yang taka sing bagiku. Di memakai seragam
sekolah yang bukan seragam sekolahku. Melainkan seragam sekolah dari sekolah
lain. Tampak jelas sesosok laki-laki yang berjalan menuju ke arahku. Dan aku
sangat terkejut melihat semua ini. Ternyata dari awal, dugaanku mengira rifky
itu salah. Dan RFA itu adalah Rivaldi Firga Ananta. Siapa yang akan menduga
jika dia berada di hadapanku lagi? Orang yang telah mencampakkanku? Muncul
kembali berada tepat dihadapanku! Apa yang terjadi? Aku bingung dan terus
terdiam kaku. Tiba-tiba dia memelukku. Dan semua orang melihatku. Rifky juga
melihatku dengan tatapan penasaran. Aku yakin dia ingin menanyakan banyak hal
dengan kejadian yang telah terjadi saat ini. Tanpa sadar pun aku melepaskan
pelukannya. Tubuhku masih kaku. Tak ada sepatah kata pun yang keluar dari
mulutku. Perasaan aneh ini tiba-tiba saja muncul. Air mataku tidak bisa ditahan
lagi. Dan rival tersenyum kepadaku dengan senyuman bahagianya. Air mataku
terjatuh. Apa yang terjadi dengannya? Kenapa dia masih bisa hadir dan tersenyum
dalam kehidupanku lagi? Tangannya menyentuh pipiku. Dia menghapus air mataku.
Dan meminta maaf kepadaku. Tanpa aku sadari bahwa laki-laki yang selama ini
kuat, yang selama ini tegar, yang selama ini tak pernah aku lihat menangis, dan
sekarang berada di depanku dengan air matanya yang berjatuhan. Sungguh sangat
di luar dugaanku, bahwa akan terjadi seperti ini, setelah aku melupakan semua
kenangan burukku, aku akan menghadapi kenyataan kembali. Kenyataan bahwa aku tidak
akan bisa menghapus kenangan burukku dalam hidupu.
“aku sadar bahwa aku memiliki banyak kesalahan dalam hubungan
kita. Aku tak pernah menyadari betapa pentingnya dirimu dalam hidupku. Seberapa
besar pun kekuatan ku untuk melupakan mu, maka sepuluh kali lipat dari kekuatan
itulah yang tidak bisa dipungkiri bahwa dirimu adalah bagian dari hidupku. Aku
mengakui kesalahanku. Aku selalu menuruti keinginan orang tuaku. Sehingga aku
harus menghilangkan perasaan cintaku kepadamu. Dan aku haru mencampakkan orang
yang benar-benar berarti dalam hidupku. Tak ada yang bisa aku lakukan untuk dua
tahun ini. Dua tahun bukan waktu yang lama untuk melupakanmu. Dan pada akhirnya
pun, aku tetap tidak bisa melupakanmu. Orang tuaku mengetahui hubungan kita.
Mereka juga tahu perubahanku selama dua tahun. Dan selama dua tahun itu, mereka
mencari informasi mengenai keberadaanmu. Kamu suka berpindah-pindah tempat
tinggal. Mungkin kita memang sudah berjodoh. Aku dan kamu tidak akan berpisah
lagi. Ayahku tidak sengaja bertemu dengan ayahmu. Dan ayahku menanyakan
segalanya tentangmu. Dan dia menitipkan salam untukmu dia berkata bahwa dia
sangat mencintai dan menyayangimu. Dia juga sangat merindukanmu. Ayahku
membantu ayahmu mengambil alih perusahaan di depok dan akan kembali ke Jakarta
minggu ini. Ayahmu juga akan membangun perusahaan baru disini. Tujuan utama dia
kembali ke Jakarta adalah untuk bisa bersamamu. Ayahku dan ayahmu terikat
dengan kotrak selama dua tahun. Itu sebabnya jika ayahmu tidak pernah pulang ke
rumah. Aku perasaanmu Jessica. Karena aku sama denganmu. Tapi aku sudah
kembali. Dan aku sudah pindah ke sini. Aku juga satu kelas denganmu”
Dia menangis,
dan dia juga tersenyum. Aku tidak kuat lagi mendengarkan apa yang dikatakannya.
Papa? Dia? Benarkah dengan semua yang dia katakan? Tanpa menghiraukannya, aku
berlari semampuku. Rifky menatapku dengan tatapannya yang tajam. Aku terus
menangis dan berlari. Aku berlari ke dalam kelas dan mengambil tasku. Setelah
itu aku berlari ke luar sekolah dan memberhentikan taksi. Semua orang
memperhatikanku. Dan taksi ini pun membawa aku pulang kerumah. Sesampainya di
rumah, aku melihat mamaku dari kejauhan sedang tertawa gembira dengan seorang
laki-laki. Aku mencoba mendekati mereka. Laki-laki itu menoleh kepadaku.
Laki-laki itu adalah papaku. Aku berlari menuju ke arah papa. Aku pun
memeluknya dan meminta maaf karena selama ini selalu berfirir negative tentang
papa. Semenjak kejadian itu, keluargaku telah menjadi keluarga utuh. Semenjak
saat itulah rival yang sering bermain ke rumahku bukanlah rifky. Dan dia
mengajakku balikkan. Tapi aku tidak ingin berpacaran dengannya. Karena rasaku
padanya itu sudah lama pudar. Tapi dia terus berusaha untuk mendapatkan hatiku
lagi. Saat dia dekat dengan mamaku, mamaku banyak menceritakan tentang rifky.
Dan rival sempat menanyakan hubunganku dengan rifky. Tapi aku hanya menjawab
bahwa dia hanya temanku. Akan tetapi, dia sering menanyakan perasaanku terhadap
rifky meskipun telah aku katakana tidak ada. Dan aku tidak tahu apa yang rifky
pikirkan tentangku. Dia juga tidak penah menyapaku. Selalu aku saja yang
menyapanya. Dan tumben saja dia datang ke kelasku setelah sekian lama dia tidak
pernah menemuiku. Dan mengajakku ketaman. Kami berbasa-basi dengan saling
menanya kabar. Dan dia terus-terus bertanya tentang mama. Dia juga menanya
tentang papaku.
“uhmm.. kamu tidak pernah cerita-cerita ya sekarang?”
“bukannya kamu yang menghindar dariku?”
“siapa yang mengatakannya? Itu tidak benar Jessica! Kalau aku
boleh tahu, apa hubunganmu dengan rival?”
“dia hanya mantanku”
“sekarang kalian pacaran?”
“tidak”
“kamu masih memiliki perasaan terhadapnya?”
“aku memang masih memiliki rasa. Tapi rasa sebatas teman dan
tidak lebih dari itu”
Terlihat sosok rival dari
kejauhan memanggil namaku. Dan dia berlari ke arahku. Kemudian duduk
disampingku. Terlihat dari raut wajah rifky ingin meninggalkanku saat rival
datang. Apa yang terjadi dengan rifky? Rival memintaku untuk meninggalkan
mereka berdua. Karena rival ingin berbicara dengan rifky. Mungkin rival ingin
mengenal rifky lebih akrab lagi. Lalu aku meninggalkan mereka. Mereka berbicara
dengan sangat serius. aku takut rival mengatakan hal-hal yang tidak-tidak
tentangku. Aku tidak mau berpikir negative tentang mereka. Aku bergegas untuk
meninggalkan mereka berdua. Belum lama aku meninggalkan mereka, ada sms dari
rival. Isi sms itu adalah rival ingin mengajakku pergi ke acara anniversary
yang ke satu bulan jadian rifky dan merry. Aku sangat tersentak kaget menbaca
sms dari rival. Merry ataupun rifky tidak pernah memberitahukanku tentang
hubungan mereka. Ada apa denganku saat ini? Kenapa aku merasakan sakit yang
tidak bisa aku obati dengan cepat. Kenapa dengan sakit ini. Aku tidak bisa
menahan rasa sakit ini. Aku terus menyembunyikan rasa sakit itu dari siapapun.
Tapi, sebenarnya aku tidak kuat menahan rasa sakit itu. Aku tidak bisa
melalukan apapun lagi.
Malam harinya, aku datang
ke acara rifky. Semua orang menatapku dengan tajamnya. Dan aku melihat rifky
dan merry sedang tertawa bahagia. Rasanya, taka da keberanian untukku menemui
mereka. Tapi, aku harus memaksakan rasa ketidakberanianku untuk menjadi berani.
Aku mencoba untuk tetap tegar dihadapan semua orang. Saat aku tiba dihadapan
mereka, mereka berdua menyapaku dengan senyuman. Ternyata aku tidak bisa
menahan air mataku. Merry bertanya, aku hanya menjawab terharu melihat hubungan
mereka. Aku langsung menangis ketika dua sosok orang yang muncul di depanku.
Aku sangat terkejut mengapa orang tuaku bisa ada di sini? Mamaku mengatakan
bahwa rifky yang mengundang mereka. Ternyata sampai ending dari filmnya pun,
aku tidak bisa mendapatkan peran utama. Aku terlalu banyak berharap. Aku
menangis dengan sangat keras dan berusah untuk pergi dari tempat ini. Akan
tetapi rifky menarik tanganku. Dan bertanya dengan kue ditangannya bertuliskan
rifky love Jessica.
“sejak kapan Jessica yang
aku kenal menjadi cengeng? Berhenti menangis! Coba rasakan apa yang sedang kamu
rasakan saat ini! Katakanlah bahwa kamu mencintaiku! Lihatlah kue ini! Jangan
coba-coba untuk menghancurkannya”
Aku sangat bingung. Aku
tidak tahu apa yang harus aku lakukan. Dan aku tidak tahu apa yang akan aku
katakan. Aku hanya bisa menangis dan tersenyum dihadapan rifky. Aku
menghancurkan kue yang ada di tangan rifky dan meremasnya. Raut wajah rifky
sangat sedih.
“apa yang terjadi jika kue
ini hancur? Apakah kamu akan meninggalkanku tanpa mendengarkan pengakuan bahwa
aku mencintaimu?”
Rifky dan semua orang yang
ada ditempat itu menertawaiku. Rifky langsung memelukku. Semenjak saat itulah
aku berpacaran dengan idolaku. Rival pun pacaran dengan merry. Dan akhirnya
pacarku adalah idolaku.
THE END
Komentar
Posting Komentar