Langsung ke konten utama

MY BOYFRIEND IS MY IDOL



Hari ini aku terlambat ke sekolah. ini sudah menjadi kebiasaanku. Aku adalah orang pemalas. Tadi pagi saja, aku tidak membereskan tempat tidurku. Seperti biasa, aku selalu lolos dari pengawasan penjaga sekolah. aku tidak pernah ketahuan terlambat. Akan tetapi, semua guru selalu mengawasiku. Bisa dibilang aku adalah anak yang sangat nakal. Dan namaku adalah Putri Jessica. Memang aku ini adalah seorang perempuan. Akan tetapi pekerjaanku selalu saja berkelahi terutama dengan teman lelaki. Lihat di baliho itu! Wajah yang terpampang nyata  diatas sana. Wajahnya yang so handsome, dan sangat mengemaskan. So cool dengan mengenakan pakaian basketnya, terutama dengan cara dia memegang bola itu sangat mengagumkan. Tidak salah jikalau aku mengidolakannya. Dan laki-laki itu bernama Rifky Ferdinand. Dia adalah seorang yang sangat aku idolakan. Jika aku berada di depannya, tubuhku terasa kaku. Aku terlihat seperti patung. Aku tidak bisa mengeluarkan sepatah-kata pun. Mungkin memang begitu rasanya bertemu dengan idola sendiri. Yup, itu adalah dulu saat aku masih mengidolakannya. Dan sekarang, wajah itu adalah wajah monster. Orang yang hidup dengan keangkuhan. Dia sangat suka menyombongkan kehebatannya. Dan yang paling parah dia suka mengganggu teman-teman yang lainnya. Dan jika aku bertemu dengannya. Aku selalu merasa ingin marah. Karena dia selalu membuatku jengkel. Uhmm… dari tadi aku mengoceh terus. Tapi, kelas ini kenapa sepi sekali? Kemana mereka? Suara langkah kaki itu menuju ke sini. Siapa yang datang? Aku harus duduk dan berpura-pura sakit.
“Jessica, what do you do?”
“uhmm… saya sedang tidak enak badan pak”
“kenapa tidak ke UKS saja?”
“males jalan pak”
“Pantesan saja kamu tidak ikutan ke laboratorium biologi”
“iya, pak”
“ya, sudah. Istirahat saja”
“baik, pak”
          Aku lupa jika sekarang ada jadwal praktik biologi. Pantesan saja kelas ini terlihat sepi. Dari pada berdiam diri di kelas untuk dua jam pelajaran, lebih baik aku berjalan keluar kelas saja. Aku tidak memperhatikan jalanku karena keasyikanku mendengar lagu. Seseorang menabrakku dari depan. Aku memang salah, tapi aku tidak mau di salahkan terutama untuk orang seperti Rifky.
“kamu punya matakan? Kalau jalan lihat-lahat! Kamu jadi nabrak aku!”
“apa bedanya aku sama kamu? Kenapa kamu bisa tertabrak aku? Dari pada kamu memarahiku, lebih baik bantuin aku mengambil buku-bukuku yang jatuh!”
“bukannya kamu cewek strong? Ambil saja sendiri! aku duluan ya…”
“Rifky…!!!”
          Rifky memang selalu membuatku jengkel. Dia orang yang sangat menyebalkan. Oleh karena itu aku sangat membencinya. Dengan kesalnya aku mengambil buku-bukuku yang terjatuh tadi. Kemudian aku melanjutkan perjalananku. Aku tidak tahu akan pergi kemana. Dari pada aku bingung, lebih baik aku pegi ke ruang laboratorium biologi saja. Tapi, aku pasti akan di marahi karena telat masuk. Bagaimana ini? Kenapa aku tidak masuk secara diam-diam saja? Aku memang cerdas. Uhmmm… apakah aku tidak salah jalan? Ini benar jalannya kan? Udah berapa lama aku sekolah disini? Kenapa aku tidak ingat jalannya. Nah, tepat di depanku! Akhirnya aku menemukan ruang laboratorium biologi. Tapi, kenapa tidak ada tulisannya? Aku yakin sekali ini adalah ruang laboratorium biologi. Tanpa harus berpikir panjang, aku masuk saja. Anehnya, ruangan ini penuh dengan peralatan praktium kimia. Ruangannya juga tampak berbeda. Apakah ruangan ini sudah berubah menjadi ruang laboratorium kimia? Ini sangat aneh sekali! Langkahku terus menuju ke tempat praktikum. Kenapa ibu rina ada disini? Aku sangat bingung. Sampai ada orang yang berteriak kepadaku. Suaranya tidak asing. Suara itu adalah suara yang aku dengar tadi pagi. Suara itu adalah suara rifky
“hey bocah! Sedang apa kau di sini? Mau ikutan praktik kimia ya?”
“Jessica? Sedang apa kamu disini?”
“Maaf bu, saya salah masuk ruangan”
“Bocah itu bohong bu! Palingan cuman alasannya saja! Dia mau lihat saya itu bu”
“Jaga ucapanmu rifky! Berhenti panggil aku bocah! Karena aku bukan bocah!”
“terserah aku. Dasar bocah!”
“sudah! Diam! Rifky, berhenti! Lebih baik kamu diam saja”
“iya, bu”
“Jessica”
“iya, bu”
“bukankah kamu ada praktik biologi? Jam praktik sudah di mulai dari tadi”
“Saya sedang tidak enak badan bu. Itu sebabnya saya tidak pergi. Tapi, saya kesepian di kelas bu. Saya terpaksa mau ikutan praktik. Tapi saya malah nyasar di ruangan ini”
“Ya, sudah. Kamu lebih baik kembali ke kelas atau pergi ke UKS saja kalau tidak kuat”
“tidak bu, saya kuat”
“Rifky!”
“iya, bu”
“antarkan Jessica ke UKS. Temani dia di sana sampai bel berbunyi”
“tapi bu..”(Belum selesai berbicara)
“itu hukuman untuk kamu karena kamu telat masuk pelajaran ibu”
“baiklah bu. Ayo jalan Jessica!”
“Iya, kamu tidak perlu membentakku”
          Aku tidak menyangkah dia mau menemaniku. Orang keras kepala seperti dia? Ternyata dia memiliki hati yang baik. Aku dan dia terus berjalan menyusuri jalan ini. Tak mampu diriku memendam rasa ingin tahuku kepada dia. Mungkin dia merasa bosan dengan diriku. Karena aku selalu saja bertanya kepadanya.
“kamu pasti marah ya?”
“marah untuk apa?”
“karena harus menemaniku?”
“ini bukan salahmu. Berhenti untuk bertanya padaku lagi!”
“tumben saja kamu tidak menyalahkanku. Biasanya kamu menyalahkanku terus”
“sudahku bilang jangan bertanya lagi! Aku hanya ingin punya teman berkelahi”
“apa? Kamu gila ya? Kenapa harus aku? Aku ini perempuan!”
“aku tidak pernah menganggapmu sebagai perempuan”
“apa?”
“aku bercanda. Maksudku, selama ini semua perempuan memerperlakukan aku sebagai orang terpopuler. Tapi, setelah bertemu denganmu, aku merasa bahwa jati diriku yang sebenarnya telah kembali”
“jadi, berterima kasihlah kepadaku”
“sayang nya aku tidak pernah terpikir akan hal itu”
“kamu memulainya lagi”
          Mulai dari kejadian itu aku dan rifky selalu bersama. Aku merasa ada perasaan yang mendalam sekali. Apa itu? Mungkinkah itu cinta? Aku tidak menyangkah bahwa akhirnya aku bisa bersama idolaku. Aku telah mengalami berbagai rintangan. Ini aneh! Kenapa aku masih saja mengidolakannya? Bukankah aku sangat membencinya? Ah, mungkin ini hanya firasatku saja. Seiring berjalannya waktu, rifky telah berubah. Dia sangat sering mengunjungiku. Dia juga sering mentraktirin aku jikalau aku dan dia pergi ke kantin. Dan diluar dugaanku, dia juga sangat sering bermain ke rumahku. Dia juga sangat akrab dengan mamaku. Akan tetapi tidak dengan papaku. Karena papaku jarang dirumah. Bisa dibilang kalau papaku tidak pernah di rumah. Papaku sibuk dengan pekerjaannya. Itu sebabnya rifky tidak pernah bertemu dengan papaku. Yang rifky tahu tentang papaku hanya pergi keluar kota. Pemikirannya itu memang benar. Lagi pula selama ini aku juga hanya dikirimi uang saja oleh papaku. Uhmm… hidupku memang tak karuan. Aku saja tidak karuan, apalagi hidupku. Aku salut dengan rifky. Padahal hanya beberapa hari untuk bisa dekat denganku. Dengan waktu sesingkat itu dia bisa akrab dengan mamaku. Meskipun begitu, aku tidak ingin berharap lebih dengannya. Karena aku tahu, pasti dia memiliki seseorang di hatinya. Bohong jika tidak ada. Siapa yang tidak menyukai pria multitalent seperti rifky. Dia sangat ideals untuk tipe pria idaman. Sekarang aku hanya bisa memainkan peranku sebagai sahabatnya. Karena dia telah menganggapku sebagai sahabatnya. Jadi, tidak terlintas dikepalaku jikalau aku bisa bermain peran sebagai tokoh utama dalam sebuah film. Uhmm… maksudku aku beharap bisa menjadi pacarnya. Munking aku bisa mendapatkan peran itu didalam mimpi. Aduh, aku terlalu banyak berkhayal. Dan akhirnya aku ketagihan. Khayalanku tidak bisa terkontrol.
          Suatu hari aku menemukan sebuah surat diatas mejaku. Aku menduga itu adalah surat dari rifky. Karena rifky sangat malu untuk berbicara denganku kalau untuk hal serius. Namanya juga cowok terpopuler di sekolah. Pasti fans nya tidak akan membiarkan aku untuk mendekati rifky lagi jikalau aku dan rifky berbicara serius. Dan secara kebetulan dia lewat depan kelasku. Dia juga menyapaku. Aku penasaran dengan isi dalam surat itu. Dengan terburu-buru aku membuka dan membaca surat itu.


Dear Jessica

Bisakah aku bertemu denganmu di taman nanti saat jam istirahat? Aku mengharapkan kehadiranmu. Dan aku akan menunggumu disana hingga kamu datang.

RFA
 




                                                                                                                                  

          RFA? Sejak kapan rifky menambahkan huruf A dinamanya? Uhmm… mungkin agar semua orang tidak berpikir bahwa yang mengirimiku surat adalah dia. Wah, ternyata dia pandai melihat situasi. Tapi, apakah ada hal penting yang ingin dia bicarakan? Kenapa dia ingin bertemu denganku secara diam-diam? Aku penasaran sekali. Aku tersentak saat teman sebangku ku si merry mengagetkanku.
“Jessica, kenapa kaget begitu? Aku Cuma menyapamu saja”
“Iya, aku kaget saja kalau kamu tiba-tiba datang dan berteriak”
“uhmm… sorry. But, what is that?”
“Nothing”
“Biar aku lihat”
“jangan!”
“wow, Jessica? Siapa inisial RFA itu? Wah, kamu punya temen dekat baru ya? Atau kamu punya pacar tanpa kita ketahui?”
“aku tidak tahu menahu soal surat itu. Tiba-tiba saja tadi waktu aku ingin duduk, surat itu sudah ada di atas mejaku”
“jadi, kamu punya penggemar rahasia Jessica!”
         
          Merry tampak bahagia melihat surat itu. Dan dia menyebarluaskan masalah itu. Bahkan dia memfoto surat itu. Setelah itu, dia upload ke, facebook, twitter, intagram, bahkan jadi DP bbm dan membuat PM yang sangat mengejutkan. Suasana kelas pun sedang ramai. Kelasku telah di gemparkan dengan berita surat itu. Surat itu milikku. Lalu kenapa mereka jadi ikut campur? Bahkan hingga waktu aku istirahat pun, berita itu masih dibahas. Aku tak menghiraukan gosip yang telah beredar mengenai surat itu dan diriku. Aku terus berjalan dengan niat menuju ke taman. Tapi, saat aku akan tiba di taman, aku berhadapan dengan rifky. Dia bertanya padaku tentang kemana aku pergi. Dan aku menjawab akan ke taman. Aku menyadari bahwa ada yang mengikutiku dari belakang. Aku terburu-buru berjalan menuju taman. Sedangkan rifky memberiku tatapan yang aneh. Aku jadi merasa bersalah karena telah membiarkan merry menyebarluaskan tentang surat itu. Dan mungkin itu alasan rifky berpura-pura tidak tahu aku akan pergi kemana. Saat aku tiba di taman, aku melihat sosok seseorang yang taka sing bagiku. Di memakai seragam sekolah yang bukan seragam sekolahku. Melainkan seragam sekolah dari sekolah lain. Tampak jelas sesosok laki-laki yang berjalan menuju ke arahku. Dan aku sangat terkejut melihat semua ini. Ternyata dari awal, dugaanku mengira rifky itu salah. Dan RFA itu adalah Rivaldi Firga Ananta. Siapa yang akan menduga jika dia berada di hadapanku lagi? Orang yang telah mencampakkanku? Muncul kembali berada tepat dihadapanku! Apa yang terjadi? Aku bingung dan terus terdiam kaku. Tiba-tiba dia memelukku. Dan semua orang melihatku. Rifky juga melihatku dengan tatapan penasaran. Aku yakin dia ingin menanyakan banyak hal dengan kejadian yang telah terjadi saat ini. Tanpa sadar pun aku melepaskan pelukannya. Tubuhku masih kaku. Tak ada sepatah kata pun yang keluar dari mulutku. Perasaan aneh ini tiba-tiba saja muncul. Air mataku tidak bisa ditahan lagi. Dan rival tersenyum kepadaku dengan senyuman bahagianya. Air mataku terjatuh. Apa yang terjadi dengannya? Kenapa dia masih bisa hadir dan tersenyum dalam kehidupanku lagi? Tangannya menyentuh pipiku. Dia menghapus air mataku. Dan meminta maaf kepadaku. Tanpa aku sadari bahwa laki-laki yang selama ini kuat, yang selama ini tegar, yang selama ini tak pernah aku lihat menangis, dan sekarang berada di depanku dengan air matanya yang berjatuhan. Sungguh sangat di luar dugaanku, bahwa akan terjadi seperti ini, setelah aku melupakan semua kenangan burukku, aku akan menghadapi kenyataan kembali. Kenyataan bahwa aku tidak akan bisa menghapus kenangan burukku dalam hidupu.

“aku sadar bahwa aku memiliki banyak kesalahan dalam hubungan kita. Aku tak pernah menyadari betapa pentingnya dirimu dalam hidupku. Seberapa besar pun kekuatan ku untuk melupakan mu, maka sepuluh kali lipat dari kekuatan itulah yang tidak bisa dipungkiri bahwa dirimu adalah bagian dari hidupku. Aku mengakui kesalahanku. Aku selalu menuruti keinginan orang tuaku. Sehingga aku harus menghilangkan perasaan cintaku kepadamu. Dan aku haru mencampakkan orang yang benar-benar berarti dalam hidupku. Tak ada yang bisa aku lakukan untuk dua tahun ini. Dua tahun bukan waktu yang lama untuk melupakanmu. Dan pada akhirnya pun, aku tetap tidak bisa melupakanmu. Orang tuaku mengetahui hubungan kita. Mereka juga tahu perubahanku selama dua tahun. Dan selama dua tahun itu, mereka mencari informasi mengenai keberadaanmu. Kamu suka berpindah-pindah tempat tinggal. Mungkin kita memang sudah berjodoh. Aku dan kamu tidak akan berpisah lagi. Ayahku tidak sengaja bertemu dengan ayahmu. Dan ayahku menanyakan segalanya tentangmu. Dan dia menitipkan salam untukmu dia berkata bahwa dia sangat mencintai dan menyayangimu. Dia juga sangat merindukanmu. Ayahku membantu ayahmu mengambil alih perusahaan di depok dan akan kembali ke Jakarta minggu ini. Ayahmu juga akan membangun perusahaan baru disini. Tujuan utama dia kembali ke Jakarta adalah untuk bisa bersamamu. Ayahku dan ayahmu terikat dengan kotrak selama dua tahun. Itu sebabnya jika ayahmu tidak pernah pulang ke rumah. Aku perasaanmu Jessica. Karena aku sama denganmu. Tapi aku sudah kembali. Dan aku sudah pindah ke sini. Aku juga satu kelas denganmu”

          Dia menangis, dan dia juga tersenyum. Aku tidak kuat lagi mendengarkan apa yang dikatakannya. Papa? Dia? Benarkah dengan semua yang dia katakan? Tanpa menghiraukannya, aku berlari semampuku. Rifky menatapku dengan tatapannya yang tajam. Aku terus menangis dan berlari. Aku berlari ke dalam kelas dan mengambil tasku. Setelah itu aku berlari ke luar sekolah dan memberhentikan taksi. Semua orang memperhatikanku. Dan taksi ini pun membawa aku pulang kerumah. Sesampainya di rumah, aku melihat mamaku dari kejauhan sedang tertawa gembira dengan seorang laki-laki. Aku mencoba mendekati mereka. Laki-laki itu menoleh kepadaku. Laki-laki itu adalah papaku. Aku berlari menuju ke arah papa. Aku pun memeluknya dan meminta maaf karena selama ini selalu berfirir negative tentang papa. Semenjak kejadian itu, keluargaku telah menjadi keluarga utuh. Semenjak saat itulah rival yang sering bermain ke rumahku bukanlah rifky. Dan dia mengajakku balikkan. Tapi aku tidak ingin berpacaran dengannya. Karena rasaku padanya itu sudah lama pudar. Tapi dia terus berusaha untuk mendapatkan hatiku lagi. Saat dia dekat dengan mamaku, mamaku banyak menceritakan tentang rifky. Dan rival sempat menanyakan hubunganku dengan rifky. Tapi aku hanya menjawab bahwa dia hanya temanku. Akan tetapi, dia sering menanyakan perasaanku terhadap rifky meskipun telah aku katakana tidak ada. Dan aku tidak tahu apa yang rifky pikirkan tentangku. Dia juga tidak penah menyapaku. Selalu aku saja yang menyapanya. Dan tumben saja dia datang ke kelasku setelah sekian lama dia tidak pernah menemuiku. Dan mengajakku ketaman. Kami berbasa-basi dengan saling menanya kabar. Dan dia terus-terus bertanya tentang mama. Dia juga menanya tentang papaku.

“uhmm.. kamu tidak pernah cerita-cerita ya sekarang?”
“bukannya kamu yang menghindar dariku?”
“siapa yang mengatakannya? Itu tidak benar Jessica! Kalau aku boleh tahu, apa hubunganmu dengan rival?”
“dia hanya mantanku”
“sekarang kalian pacaran?”
“tidak”
“kamu masih memiliki perasaan terhadapnya?”
“aku memang masih memiliki rasa. Tapi rasa sebatas teman dan tidak lebih dari itu”

Terlihat sosok rival dari kejauhan memanggil namaku. Dan dia berlari ke arahku. Kemudian duduk disampingku. Terlihat dari raut wajah rifky ingin meninggalkanku saat rival datang. Apa yang terjadi dengan rifky? Rival memintaku untuk meninggalkan mereka berdua. Karena rival ingin berbicara dengan rifky. Mungkin rival ingin mengenal rifky lebih akrab lagi. Lalu aku meninggalkan mereka. Mereka berbicara dengan sangat serius. aku takut rival mengatakan hal-hal yang tidak-tidak tentangku. Aku tidak mau berpikir negative tentang mereka. Aku bergegas untuk meninggalkan mereka berdua. Belum lama aku meninggalkan mereka, ada sms dari rival. Isi sms itu adalah rival ingin mengajakku pergi ke acara anniversary yang ke satu bulan jadian rifky dan merry. Aku sangat tersentak kaget menbaca sms dari rival. Merry ataupun rifky tidak pernah memberitahukanku tentang hubungan mereka. Ada apa denganku saat ini? Kenapa aku merasakan sakit yang tidak bisa aku obati dengan cepat. Kenapa dengan sakit ini. Aku tidak bisa menahan rasa sakit ini. Aku terus menyembunyikan rasa sakit itu dari siapapun. Tapi, sebenarnya aku tidak kuat menahan rasa sakit itu. Aku tidak bisa melalukan apapun lagi.

Malam harinya, aku datang ke acara rifky. Semua orang menatapku dengan tajamnya. Dan aku melihat rifky dan merry sedang tertawa bahagia. Rasanya, taka da keberanian untukku menemui mereka. Tapi, aku harus memaksakan rasa ketidakberanianku untuk menjadi berani. Aku mencoba untuk tetap tegar dihadapan semua orang. Saat aku tiba dihadapan mereka, mereka berdua menyapaku dengan senyuman. Ternyata aku tidak bisa menahan air mataku. Merry bertanya, aku hanya menjawab terharu melihat hubungan mereka. Aku langsung menangis ketika dua sosok orang yang muncul di depanku. Aku sangat terkejut mengapa orang tuaku bisa ada di sini? Mamaku mengatakan bahwa rifky yang mengundang mereka. Ternyata sampai ending dari filmnya pun, aku tidak bisa mendapatkan peran utama. Aku terlalu banyak berharap. Aku menangis dengan sangat keras dan berusah untuk pergi dari tempat ini. Akan tetapi rifky menarik tanganku. Dan bertanya dengan kue ditangannya bertuliskan rifky love Jessica.
“sejak kapan Jessica yang aku kenal menjadi cengeng? Berhenti menangis! Coba rasakan apa yang sedang kamu rasakan saat ini! Katakanlah bahwa kamu mencintaiku! Lihatlah kue ini! Jangan coba-coba untuk menghancurkannya”
Aku sangat bingung. Aku tidak tahu apa yang harus aku lakukan. Dan aku tidak tahu apa yang akan aku katakan. Aku hanya bisa menangis dan tersenyum dihadapan rifky. Aku menghancurkan kue yang ada di tangan rifky dan meremasnya. Raut wajah rifky sangat sedih.
“apa yang terjadi jika kue ini hancur? Apakah kamu akan meninggalkanku tanpa mendengarkan pengakuan bahwa aku mencintaimu?”
Rifky dan semua orang yang ada ditempat itu menertawaiku. Rifky langsung memelukku. Semenjak saat itulah aku berpacaran dengan idolaku. Rival pun pacaran dengan merry. Dan akhirnya pacarku adalah idolaku.


THE END

Komentar

Postingan populer dari blog ini

STYLE

Seorang lelaki berjalan menyusuri jalan di tengah malam yang gelap. Dia hanya memiliki teman sang bulan. Gelapnya jalan tanpa lampu di sekelilingnya. Dia terus saja berjalan hingga tepat di sebuah rumah dia berhenti. Rumah itu sangat akrab bagi nya. Rumah yang dulu sering di kunjunginya. Dan sekarang rumah itu kembali dia datangi setelah tiada kabar mengenai dirinya. Rumah itu adalah rumah yang ditempati oleh kekasih nya. Tangannya mulai mengarah ke arah pintu itu. Suara ketukan mulai terdengar. Sesosok gadis membukakan pintu itu. Tampak sebuah kejutan yang ada. Raut muka gadis itu sangat terkejut. “ada yang ingin aku bicarakan denganmu. Ikutlah denganku” “Apa yang sedang kau pikirkan? Aku sudah lama menunggumu. Dan kau tidak memberi sepatah kata kabarpun! Dan sekarang kau kembali dengan cara seperti ini. Sekarang apa mau mu? Apakah kau ingin mengatakan kalau dirimu telah memiliki wanita selain diriku di hatimu? Sudah cukup! Tidak ada yang perlu di jelaskan. Apa yang terakhi...

Dendamku

Dahulu kau jadikan aku seorang ratu Dan mengabulkan semua pintaku Seakan ada seseorang yang meramal kehidupanku Sebagai pertanda akhir dari cintaku Kepercayaan itu telah sirna Kau yang mendustakan segalanya Dan lebih memilih dirinya  Hingga kau buang aku jauh disana Kau larut dalam kata-katanya Seolah dirimu yang paling teraniaya Bahkan, kau tatap aku dengan penuh dendam Hingga tubuhku hancur dengan kata yang menghantam Dendamku lebih membara dari padamu Seekor anjing terlihat lebih baik darimu Sayangnya, buas singa saja kalah darimu Karena ikut hanyut dalam kekejamanmu Ada satu hal yang sudah kau lupakan Sekuat apapun dirimu Angin tidak akan pernah habis dimakan Karena aku bisa lebih kejam darimu

Berteman

Bertemanlah dengan siapapun Jangan menjadi orang yang pemilih Karena Bukan teman yang menjerumuskanmu ke hal yang negatif Melainkan Dirimu Yang tidak bisa menjaga diri Dan Karena setiap manusia memiliki sisi baik dan buruknya Jangan tutup matamu untuk melihat satu hal Tetapi buka matamu untuk melihat semua pengalaman Karena baik dan buruk itu adalah pelajaran untukmu Jangan pernah kau mencari teman karena jabatan, ketenaran dan kepintaran Karena dari ketiga golongan itu selalu memiliki keunikan tersendiri Kau akan menemukan arti bahagia, kehidupan dan kekejaman Maka tiga golongan itu tak layak untuk menjadi sebuah standar Jangan pernah Mencari teman yang setara denganmu Karena Suatu saat nanti kamu akan sadar dan menyesal Tentang teman terbaik yang telah kau buang