Langsung ke konten utama

Dendamku

Dahulu kau jadikan aku seorang ratu
Dan mengabulkan semua pintaku
Seakan ada seseorang yang meramal kehidupanku
Sebagai pertanda akhir dari cintaku

Kepercayaan itu telah sirna
Kau yang mendustakan segalanya
Dan lebih memilih dirinya 
Hingga kau buang aku jauh disana

Kau larut dalam kata-katanya
Seolah dirimu yang paling teraniaya
Bahkan, kau tatap aku dengan penuh dendam
Hingga tubuhku hancur dengan kata yang menghantam

Dendamku lebih membara dari padamu
Seekor anjing terlihat lebih baik darimu
Sayangnya, buas singa saja kalah darimu
Karena ikut hanyut dalam kekejamanmu

Ada satu hal yang sudah kau lupakan
Sekuat apapun dirimu
Angin tidak akan pernah habis dimakan
Karena aku bisa lebih kejam darimu

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Berteman

Bertemanlah dengan siapapun Jangan menjadi orang yang pemilih Karena Bukan teman yang menjerumuskanmu ke hal yang negatif Melainkan Dirimu Yang tidak bisa menjaga diri Dan Karena setiap manusia memiliki sisi baik dan buruknya Jangan tutup matamu untuk melihat satu hal Tetapi buka matamu untuk melihat semua pengalaman Karena baik dan buruk itu adalah pelajaran untukmu Jangan pernah kau mencari teman karena jabatan, ketenaran dan kepintaran Karena dari ketiga golongan itu selalu memiliki keunikan tersendiri Kau akan menemukan arti bahagia, kehidupan dan kekejaman Maka tiga golongan itu tak layak untuk menjadi sebuah standar Jangan pernah Mencari teman yang setara denganmu Karena Suatu saat nanti kamu akan sadar dan menyesal Tentang teman terbaik yang telah kau buang

KEPRIBADIAN

Ku berjalan menyusuri jalan. Setiap jalan yang aku lalui terasa basah. Aku seakan berjalan diatas tumpukan lumpur. Padahal aku hanay berjalan diatas rumput yang basah. Dan seperti biasa aku berjalan tanpa menghiraukannya. Aku terus berjalan hingga ada sebuah ruangan dihadapanku. Ruangan itu adalah ruangan kelasku. Ruangan itu jauh dari ruang tata ussaha. Jarak untuk keruang tata usaha jauh dari kelasku. Jarang ada keinginan untuk ke ruang tata usaha dengan jaraknya yang jauh dari kelasku. Aku memasuki ruangan kelasku. Aku menatap seluruh isi yang ada di ruangan ini. Semuanya sangat berantakan. Meja terbalik, kursi bercoretan dimana-mana dan papan yang sangat kotor karena tidak dihapus. Dan sampah banyak berserakan diruangan ini. Inilah kelasku. Suasana kelasku selalu seperti ini. Selalu berantakan. Tidak ada satupun yang ingin membersihkannya. Dan seperti biasa suara hentakan kaki itu terdengar. Suara kaki itu milik mereka yang selalu datang terburu-buru. Walaupun mereka terburu-buru,...