Langsung ke konten utama

Gara-Gara Cinta


Siapa yang tidak mengenal gadis yang bernama RISKA Fitria Ningsih? Gadis yang sangat aktif dan juga paling cerewet di SMA 2 Jaya. Dia anak yang tak jelas pekerjaan orang tuanya. Ayahnya selalu pergi keluar kota. Itu membuat riska jarang bertemu dengan ayahnya. Riska hanya dapat berkomunikasi melalui handphone. Sedangkan ibunya seorang guru les private SMA. Ibunya lebih sibuk dari ayahnya. Bukan berarti dia jarang bertemu dengan ibunya.
Kini, riska melangkah menyusuri jalan. Wajahnya tampak sedih. Dia memikirkan tentang bagaimana caranya untuk bisa mendapatkan nilai tertinggi disemester nanti. “Riska..” panggil sahabatnya siska. Siska adalah sahabat riska yang selalu ada untuknya. “Hai” jawab riska. “Apa yang terjadi denganmu? Mengapa kamu terlihat sedih?” “Aku hanya bingung” jawab riska dengan muka datar. “Kenapa? Apa yang membuatmu bingung riska?” “Aku hanya bingung dengan nilaiku saja” “Mengapa kau harus bingung dengan sebuah nilai? Nilai mudah dicari asalkan ada uang. Bukankah orang tuamu kaya? Kenapa kamu tidak membeli nilai?” “Aku memang membutuhkan nilai yang bagus dan tertinggi. Tapi, bukan berarti aku harus melakukan hal yang serendah itu. Aku hanya ingin mendapat nilai murni hasilku sendiri. Apa itu salah?” “Kamu bodoh riska. Semuanya tidak mudah. Kamu pikir didunia ini orang kayak kamu akan sukses?” “Ya, aku yakin itu” “Kamu memang bodoh! Didunia ini, semuanya menggunakan uang. Bahkan otak pun dapat dibeli dengan uang” “Tapi, aku tidak mau melakukannya” “Aku tahu kamu akan berbicara seperti itu. Lebih baik kamu belajar sampai otakmu meledak. Karena kamu orangnya keras kepala” siska pergi meninggalkan riska “Siska, kamu mau kemana?”
Riska melanjutkan langkahnya. Dia terus berjalan hingga ada seorang lelaki yang mengenalnya. Dia adalah yuda saputra. Teman riska di SMP dulu. “Riska…” panggilan yuda membuyarkan pikiran riska. “Ah, iya” “Apa kabar?” “Baik. Tapi, kamu siapa ya?” “Kamu lupa denganku?” “Maaf, aku tidak mengenal mu” “Aku yuda teman SMP kamu dulu” “Yuda?”Tanya riska. “Iya” “Bagaimana kabarmu? Sedang apa kamu disini? Ada seseorang yang ingin kamu jemput?” “Baik. Iya ada” “Siapa?” “Kamu” “Aku? Untuk apa?” Tanya riska dengan terkejut. “Aku merindukanmu. Ayo, cepat!”
Sesampai dirumah, Yuda meminta nomor handphone riska. Riska pun memberikannya. Seiring dengan berjalannya waktu, riska dan yuda pun berpacaran. Tak pernah terpikir oleh riska bahwa hal itu akan terjadi. Setiap hitungan waktu, riska selalu terabayang dengan wajah yuda. Bahkan setiap jam pelajaran, tak luput pikirannya tentang yuda. Dia tak menyangka bahwa dia akan dibutakan oleh cinta.
Ulang semester pun dimulai. Terlihat kepanikkan diwajah riska. Itu karena dia tidak focus belajar. Karena dipikirannya hanyalahseorang yuda. Bahkan saat mengisi soal pun, dia sangat panik. Teman-temannya bingung akan tingkah lakunya. Dia merasa bahwa dirinya akan menangis. Siska mengetahui  apa yang terjadi dengan riska. Kemudian siska si tukang contek itu memberikan contekan yang telah ia tulis semalam kepada riska. Riska pun mengikuti semua jawaban yang ada dicontekan itu.
Hasil nilai semester pun keluar. Seperti biasa nilai-nilai itu dipajangkan di papan pengunguman. Riska pun melihat nilai nya. Dia sangat menyesal. Dia juga sangat sedih karena mendapatkan nilai standar. Belum lagi yuda yang ketahuan selingkuh. Riska tidak tahu apa yang harus ia lakukan. Dia merasa sangat sakit hati. Perasaannya sangat hancur. Dan dia pun berjanji untuk belajar lebih giat dan tidak tergila-gila dengan kata CINTA.
THE END

Komentar

Postingan populer dari blog ini

STYLE

Seorang lelaki berjalan menyusuri jalan di tengah malam yang gelap. Dia hanya memiliki teman sang bulan. Gelapnya jalan tanpa lampu di sekelilingnya. Dia terus saja berjalan hingga tepat di sebuah rumah dia berhenti. Rumah itu sangat akrab bagi nya. Rumah yang dulu sering di kunjunginya. Dan sekarang rumah itu kembali dia datangi setelah tiada kabar mengenai dirinya. Rumah itu adalah rumah yang ditempati oleh kekasih nya. Tangannya mulai mengarah ke arah pintu itu. Suara ketukan mulai terdengar. Sesosok gadis membukakan pintu itu. Tampak sebuah kejutan yang ada. Raut muka gadis itu sangat terkejut. “ada yang ingin aku bicarakan denganmu. Ikutlah denganku” “Apa yang sedang kau pikirkan? Aku sudah lama menunggumu. Dan kau tidak memberi sepatah kata kabarpun! Dan sekarang kau kembali dengan cara seperti ini. Sekarang apa mau mu? Apakah kau ingin mengatakan kalau dirimu telah memiliki wanita selain diriku di hatimu? Sudah cukup! Tidak ada yang perlu di jelaskan. Apa yang terakhi...

Dendamku

Dahulu kau jadikan aku seorang ratu Dan mengabulkan semua pintaku Seakan ada seseorang yang meramal kehidupanku Sebagai pertanda akhir dari cintaku Kepercayaan itu telah sirna Kau yang mendustakan segalanya Dan lebih memilih dirinya  Hingga kau buang aku jauh disana Kau larut dalam kata-katanya Seolah dirimu yang paling teraniaya Bahkan, kau tatap aku dengan penuh dendam Hingga tubuhku hancur dengan kata yang menghantam Dendamku lebih membara dari padamu Seekor anjing terlihat lebih baik darimu Sayangnya, buas singa saja kalah darimu Karena ikut hanyut dalam kekejamanmu Ada satu hal yang sudah kau lupakan Sekuat apapun dirimu Angin tidak akan pernah habis dimakan Karena aku bisa lebih kejam darimu

Berteman

Bertemanlah dengan siapapun Jangan menjadi orang yang pemilih Karena Bukan teman yang menjerumuskanmu ke hal yang negatif Melainkan Dirimu Yang tidak bisa menjaga diri Dan Karena setiap manusia memiliki sisi baik dan buruknya Jangan tutup matamu untuk melihat satu hal Tetapi buka matamu untuk melihat semua pengalaman Karena baik dan buruk itu adalah pelajaran untukmu Jangan pernah kau mencari teman karena jabatan, ketenaran dan kepintaran Karena dari ketiga golongan itu selalu memiliki keunikan tersendiri Kau akan menemukan arti bahagia, kehidupan dan kekejaman Maka tiga golongan itu tak layak untuk menjadi sebuah standar Jangan pernah Mencari teman yang setara denganmu Karena Suatu saat nanti kamu akan sadar dan menyesal Tentang teman terbaik yang telah kau buang