Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari November, 2016

MY BOYFRIEND IS MY IDOL

Hari ini aku terlambat ke sekolah. ini sudah menjadi kebiasaanku. Aku adalah orang pemalas. Tadi pagi saja, aku tidak membereskan tempat tidurku. Seperti biasa, aku selalu lolos dari pengawasan penjaga sekolah. aku tidak pernah ketahuan terlambat. Akan tetapi, semua guru selalu mengawasiku. Bisa dibilang aku adalah anak yang sangat nakal. Dan namaku adalah Putri Jessica. Memang aku ini adalah seorang perempuan. Akan tetapi pekerjaanku selalu saja berkelahi terutama dengan teman lelaki. Lihat di baliho itu! Wajah yang terpampang nyata   diatas sana. Wajahnya yang so handsome, dan sangat mengemaskan. So cool dengan mengenakan pakaian basketnya, terutama dengan cara dia memegang bola itu sangat mengagumkan. Tidak salah jikalau aku mengidolakannya. Dan laki-laki itu bernama Rifky Ferdinand. Dia adalah seorang yang sangat aku idolakan. Jika aku berada di depannya, tubuhku terasa kaku. Aku terlihat seperti patung. Aku tidak bisa mengeluarkan sepatah-kata pun. Mungkin memang begitu...

Gara-Gara Cinta

Siapa yang tidak mengenal gadis yang bernama RISKA Fitria Ningsih? Gadis yang sangat aktif dan juga paling cerewet di SMA 2 Jaya. Dia anak yang tak jelas pekerjaan orang tuanya. Ayahnya selalu pergi keluar kota. Itu membuat riska jarang bertemu dengan ayahnya. Riska hanya dapat berkomunikasi melalui handphone. Sedangkan ibunya seorang guru les private SMA. Ibunya lebih sibuk dari ayahnya. Bukan berarti dia jarang bertemu dengan ibunya. Kini, riska melangkah menyusuri jalan. Wajahnya tampak sedih. Dia memikirkan tentang bagaimana caranya untuk bisa mendapatkan nilai tertinggi disemester nanti. “Riska..” panggil sahabatnya siska. Siska adalah sahabat riska yang selalu ada untuknya. “Hai” jawab riska. “Apa yang terjadi denganmu? Mengapa kamu terlihat sedih?” “Aku hanya bingung” jawab riska dengan muka datar. “Kenapa? Apa yang membuatmu bingung riska?” “Aku hanya bingung dengan nilaiku saja” “Mengapa kau harus bingung dengan sebuah nilai? Nilai mudah dicari asalkan ada uang. Bukankah...

KEPRIBADIAN

Ku berjalan menyusuri jalan. Setiap jalan yang aku lalui terasa basah. Aku seakan berjalan diatas tumpukan lumpur. Padahal aku hanay berjalan diatas rumput yang basah. Dan seperti biasa aku berjalan tanpa menghiraukannya. Aku terus berjalan hingga ada sebuah ruangan dihadapanku. Ruangan itu adalah ruangan kelasku. Ruangan itu jauh dari ruang tata ussaha. Jarak untuk keruang tata usaha jauh dari kelasku. Jarang ada keinginan untuk ke ruang tata usaha dengan jaraknya yang jauh dari kelasku. Aku memasuki ruangan kelasku. Aku menatap seluruh isi yang ada di ruangan ini. Semuanya sangat berantakan. Meja terbalik, kursi bercoretan dimana-mana dan papan yang sangat kotor karena tidak dihapus. Dan sampah banyak berserakan diruangan ini. Inilah kelasku. Suasana kelasku selalu seperti ini. Selalu berantakan. Tidak ada satupun yang ingin membersihkannya. Dan seperti biasa suara hentakan kaki itu terdengar. Suara kaki itu milik mereka yang selalu datang terburu-buru. Walaupun mereka terburu-buru,...

HIDUP

Titik hujan membawaku dalam dunia lain Dunia yang sangat menyakitkan Suram dan menyeramkan Selalu ada tangis tanpa canda Itulah masa laluku Masa yang sulit untukku terima Dan tak pernah ku inginkan Namun, Dari san aku dapat berubah Tersadar bahwa ada duka da nada suka Terkadang ada kebahagiaan Terkadang ada pula kesedihan dalam akhir kehidupan Tergantung dengan otak pengendalian Penyesalan selalu datang diakhir Tak berguna jika harus di sesali Kini tawaku mengalir Menatap sebuah kehidupan baru Tapi, Ini bukan akhir dari hidupku Perjalananku masih panjang Selama ajal belum menjemputku Dan membawa nyawa ini Terbang bersama kenangan Itulah hidup Penuh dengan duri disetiap jalannya Berhati-hatilah dalam melangkah Jangan biarkan air mata membasahi tubuhmu Biarkanlah keringat itu mangalir sendirinya Dan nikmatilah setiap hembusan anginnya Rasakanlah hidup yang sesungguhnya

CINTA TERLARANG

Pertemuan bagian dari permainan Canda adalah senjata Senyuman sebagai pedang Tatapan melumpuhkanku Hari demi hari Terasa baru saja terjadi Dunia berguling Tubuh membeku Perasaan pun mati Ladakan membangunkanku Terbang pada kenyataan Ayam dan angsa berbeda Sulit untuk bertahan Air mata membasahi tubuh Takdir sulit dirubah Api dan air sulit bersatu Tulisan lenyap dalam sakit Hati menangisi rasa Dan inilah cinta terlarang