Langsung ke konten utama

Kekuatan Takdir



Kita pernah bersama-sama
Kita pernah sangat dekat

Kau bernyanyi, lalu kau berpuisi
Kau tertawa, kemudian kau marah
Kau kuat, akan tetapi berpura lemah
Demi diriku dan untuk bersamaku

Dia menginginkanmu
Aku telah memilikimu

Aku bahagia, namun dia tersakiti
Aku tertawa, lalu dia menngis
Aku tersenyum, akan tetapi dia benci
Karena kau berada disisiku

Tak ada bahagia diatas penderitaan
Melainkan sombong akan takdir
Dia memendam meminta kepada bintang
Sedang Aku berdoa kepada ilahi

Dia menahan kutukan takdir
Aku mengenang masa lalu
Bahagia bersama dirimu
Membuatku melepaskanmu untuknya
Dan kini aku sudah kehilanganmu

Dalam doa aku meminta
Jika kau bukan takdirku
Jauhkan aku dari dirimu

Komentar

Postingan populer dari blog ini

STYLE

Seorang lelaki berjalan menyusuri jalan di tengah malam yang gelap. Dia hanya memiliki teman sang bulan. Gelapnya jalan tanpa lampu di sekelilingnya. Dia terus saja berjalan hingga tepat di sebuah rumah dia berhenti. Rumah itu sangat akrab bagi nya. Rumah yang dulu sering di kunjunginya. Dan sekarang rumah itu kembali dia datangi setelah tiada kabar mengenai dirinya. Rumah itu adalah rumah yang ditempati oleh kekasih nya. Tangannya mulai mengarah ke arah pintu itu. Suara ketukan mulai terdengar. Sesosok gadis membukakan pintu itu. Tampak sebuah kejutan yang ada. Raut muka gadis itu sangat terkejut. “ada yang ingin aku bicarakan denganmu. Ikutlah denganku” “Apa yang sedang kau pikirkan? Aku sudah lama menunggumu. Dan kau tidak memberi sepatah kata kabarpun! Dan sekarang kau kembali dengan cara seperti ini. Sekarang apa mau mu? Apakah kau ingin mengatakan kalau dirimu telah memiliki wanita selain diriku di hatimu? Sudah cukup! Tidak ada yang perlu di jelaskan. Apa yang terakhi...

Dendamku

Dahulu kau jadikan aku seorang ratu Dan mengabulkan semua pintaku Seakan ada seseorang yang meramal kehidupanku Sebagai pertanda akhir dari cintaku Kepercayaan itu telah sirna Kau yang mendustakan segalanya Dan lebih memilih dirinya  Hingga kau buang aku jauh disana Kau larut dalam kata-katanya Seolah dirimu yang paling teraniaya Bahkan, kau tatap aku dengan penuh dendam Hingga tubuhku hancur dengan kata yang menghantam Dendamku lebih membara dari padamu Seekor anjing terlihat lebih baik darimu Sayangnya, buas singa saja kalah darimu Karena ikut hanyut dalam kekejamanmu Ada satu hal yang sudah kau lupakan Sekuat apapun dirimu Angin tidak akan pernah habis dimakan Karena aku bisa lebih kejam darimu

Berteman

Bertemanlah dengan siapapun Jangan menjadi orang yang pemilih Karena Bukan teman yang menjerumuskanmu ke hal yang negatif Melainkan Dirimu Yang tidak bisa menjaga diri Dan Karena setiap manusia memiliki sisi baik dan buruknya Jangan tutup matamu untuk melihat satu hal Tetapi buka matamu untuk melihat semua pengalaman Karena baik dan buruk itu adalah pelajaran untukmu Jangan pernah kau mencari teman karena jabatan, ketenaran dan kepintaran Karena dari ketiga golongan itu selalu memiliki keunikan tersendiri Kau akan menemukan arti bahagia, kehidupan dan kekejaman Maka tiga golongan itu tak layak untuk menjadi sebuah standar Jangan pernah Mencari teman yang setara denganmu Karena Suatu saat nanti kamu akan sadar dan menyesal Tentang teman terbaik yang telah kau buang