Langsung ke konten utama

Kekuatan Takdir



Kita pernah bersama-sama
Kita pernah sangat dekat

Kau bernyanyi, lalu kau berpuisi
Kau tertawa, kemudian kau marah
Kau kuat, akan tetapi berpura lemah
Demi diriku dan untuk bersamaku

Dia menginginkanmu
Aku telah memilikimu

Aku bahagia, namun dia tersakiti
Aku tertawa, lalu dia menngis
Aku tersenyum, akan tetapi dia benci
Karena kau berada disisiku

Tak ada bahagia diatas penderitaan
Melainkan sombong akan takdir
Dia memendam meminta kepada bintang
Sedang Aku berdoa kepada ilahi

Dia menahan kutukan takdir
Aku mengenang masa lalu
Bahagia bersama dirimu
Membuatku melepaskanmu untuknya
Dan kini aku sudah kehilanganmu

Dalam doa aku meminta
Jika kau bukan takdirku
Jauhkan aku dari dirimu

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Dendamku

Dahulu kau jadikan aku seorang ratu Dan mengabulkan semua pintaku Seakan ada seseorang yang meramal kehidupanku Sebagai pertanda akhir dari cintaku Kepercayaan itu telah sirna Kau yang mendustakan segalanya Dan lebih memilih dirinya  Hingga kau buang aku jauh disana Kau larut dalam kata-katanya Seolah dirimu yang paling teraniaya Bahkan, kau tatap aku dengan penuh dendam Hingga tubuhku hancur dengan kata yang menghantam Dendamku lebih membara dari padamu Seekor anjing terlihat lebih baik darimu Sayangnya, buas singa saja kalah darimu Karena ikut hanyut dalam kekejamanmu Ada satu hal yang sudah kau lupakan Sekuat apapun dirimu Angin tidak akan pernah habis dimakan Karena aku bisa lebih kejam darimu

Berteman

Bertemanlah dengan siapapun Jangan menjadi orang yang pemilih Karena Bukan teman yang menjerumuskanmu ke hal yang negatif Melainkan Dirimu Yang tidak bisa menjaga diri Dan Karena setiap manusia memiliki sisi baik dan buruknya Jangan tutup matamu untuk melihat satu hal Tetapi buka matamu untuk melihat semua pengalaman Karena baik dan buruk itu adalah pelajaran untukmu Jangan pernah kau mencari teman karena jabatan, ketenaran dan kepintaran Karena dari ketiga golongan itu selalu memiliki keunikan tersendiri Kau akan menemukan arti bahagia, kehidupan dan kekejaman Maka tiga golongan itu tak layak untuk menjadi sebuah standar Jangan pernah Mencari teman yang setara denganmu Karena Suatu saat nanti kamu akan sadar dan menyesal Tentang teman terbaik yang telah kau buang

KEPRIBADIAN

Ku berjalan menyusuri jalan. Setiap jalan yang aku lalui terasa basah. Aku seakan berjalan diatas tumpukan lumpur. Padahal aku hanay berjalan diatas rumput yang basah. Dan seperti biasa aku berjalan tanpa menghiraukannya. Aku terus berjalan hingga ada sebuah ruangan dihadapanku. Ruangan itu adalah ruangan kelasku. Ruangan itu jauh dari ruang tata ussaha. Jarak untuk keruang tata usaha jauh dari kelasku. Jarang ada keinginan untuk ke ruang tata usaha dengan jaraknya yang jauh dari kelasku. Aku memasuki ruangan kelasku. Aku menatap seluruh isi yang ada di ruangan ini. Semuanya sangat berantakan. Meja terbalik, kursi bercoretan dimana-mana dan papan yang sangat kotor karena tidak dihapus. Dan sampah banyak berserakan diruangan ini. Inilah kelasku. Suasana kelasku selalu seperti ini. Selalu berantakan. Tidak ada satupun yang ingin membersihkannya. Dan seperti biasa suara hentakan kaki itu terdengar. Suara kaki itu milik mereka yang selalu datang terburu-buru. Walaupun mereka terburu-buru,...