Kita pernah bersama-sama
Kita pernah sangat dekat
Kau bernyanyi, lalu kau berpuisi
Kau tertawa, kemudian kau marah
Kau kuat, akan tetapi berpura lemah
Demi diriku dan untuk bersamaku
Dia menginginkanmu
Aku telah memilikimu
Aku bahagia, namun dia tersakiti
Aku tertawa, lalu dia menngis
Aku tersenyum, akan tetapi dia benci
Karena kau berada disisiku
Tak ada bahagia diatas penderitaan
Melainkan sombong akan takdir
Dia memendam meminta kepada bintang
Sedang Aku berdoa kepada ilahi
Dia menahan kutukan takdir
Aku mengenang masa lalu
Bahagia bersama dirimu
Membuatku melepaskanmu untuknya
Dan kini aku sudah kehilanganmu
Dalam doa aku meminta
Jika kau bukan takdirku
Jauhkan aku dari dirimu
Komentar
Posting Komentar