Langsung ke konten utama

MY BIRTHDAY



          Hari sabtu adalah hari kesialanku. Pagi itu, ibuku sudah memarahiku. Ayah juga memarahiku. Kakakku Rizky, mengacuhkanku. Ada apa dengan mereka? Apa mereka tidak mengingatnya? Apa mereka melupakannya? Hari ini adalah hari ulang tahunku. Tapi kenapa merekatidak mengingatnya? Selalu saja seperti ini. Tahun kemarin juga seperti ini. Ini tidak sesuai harapanku. Kesialanku bertambah saat tidak ada seorang pun yang mengantarku ke sekolah. Aku lelah menunggu adikku. Memangnya apa yang sedang ia lakukan? Lihatlah, betapa buruknya aku. Aku harus menunggu adikku menyelesaikan sarapannya. Seharusnya aku juga berada di mejamakan sekarang. Aku meninggalkannya dan pergi keluar rumah. Aku mengoceh sendiri sambil menunggusi Tukang Ojek. “Siapa yang mementingkan sarapan disaat penting seperti ini? Hari ini adalah hari ulang tahunku. Seharusnya, ini adalah hari keberuntunganku. Tapi lihatlah, aku malah selalu mendapatkan kesialan hari ini. Dari tadi aku menunggusi Tukang Ojek, tapi kemana? Mengapa tidak ada satupun yang lewat? Apa mereka sibuk? Sesibuk apa si Tukang Ojek itu? Sudah seperti pejabat saja”
            Kemudian seorang perempuan lebih tua dari diriku, memberi aku tumpangan. Ya, dia adalah mantan pacar kakakku. Dia mantan pacarnya kak Rizky. Dia adalah kak Rika. Aku tidak terlalu tahu mengenai nama aslinya. Karena bagiku itu tidak penting. Dia selalu baik kepadaku. Lihatlah dia, bahkan sampai sekarang pun dia masih baik kepadaku. Aku tidak mengerti kenapa mereka bias putus. Bukannya mereka serasi? Kak Rizky itu memanglah orang yang sulit di tebak sifatnya. Aku menerima tawaran dari kak Rika. Setidaknya, itu bias mengurangi bebanku untuk tidak terus menunggusi Tukang Ojek yang sibuk itu. Gendang telingaku serasa meledak. Aku tidak kuat mendengar ocehan-ocehan kak Rika. Woy, sadar! Siapa yang ingin mendengar ocehanmu? Ayam pun saja tidak ingin mendengarnya. Lihatlah, mulutnya! Lincah sekali dalam berbicara. Andaikan saja aku tidak membutuhkan bantuannya, mungkin aku tidak terperangkap dalam penjara ocehannya.
            Saat tiba di sekolah, aku sangat kecewa. Lihatlah sekolah ini, seakan tidak ada orang-orang yang aku kenal di sini. Mereka sibuk satu dengan yang lain. Tidak ada satupun dari mereka yang menyapaku kecuali pak Kepala Sekolah.
“kenpa lemas?”
“tidak ada pak” Aku tersenyum dan meninggalkan pak Kepala Sekolah. Langkah kakiku mengarahkanku menuju kelasku. Sebelum itu seseorang memanggilku dari belakang. Aku langsung membalikkan badanku. Dan menoleh ke arah sumber suara. Dia emi, adik kelasku. Dia memanggilku hanya karena ingin bertanya mengenai temanku anggin. Aku mengira akan ada hal yang penting untuk dibicarakan denganku.
            Dari pelajaran pertama hingga terakhir, tidak ada yang menyajakk uuntuk mengobrol. Woy, ini kelas apa gudang? Kenapa tidak ada yang mengajakku mengobrol? Dan kenapa semua orang mengacuhkanaku? Kalian juga tidak tahu hari ini adalah hari apa? Lihatlah kalian, bahkan tidak seorang pun dari kalian yang mengingatnya. Anggin berjalan menghampiri mejaku. Dia duduk disampingku. Siapa yang akan menyangka jika dia mengingatnya. Dia memberiku ucapan selamat. Dia juga bertanya bagaimana perasaanku. Rasanya air mataku ingin menetes. Mulutku tidak bias aku kunci. Mulutku tidak berhenti berbicara. Aku menceritakan apa yang aku alami sejak pagi tadi. Aku menghibur diriku sendiri dengan tertawa yang tidak jelas. Setelahaku menceritakannya kepada anggin, aku keluar dari kelas untuk mencari angina sebentar.
            Kemudian, aku kembali memasuki kelas. Siapa yang akan menduganya? Bahkan itu sangatlah diluar dugaanku. Aku sudah berpikir negative dengan mereka. Tapi ternyata mereka mengingatnya. Mereka mengucapkan selamat kepadaku dan menyanyikan lagu selamat ulang tahun. Aku sangat terharu melihatnya. Aku tidak begitu mengingat apapun saat ini. Yang aku tahu, seseorang telah mengatakan sesuatu kepadaku. Kata-kata yang dikeluarkan adalah “Kami semua sayang kepadamu”. Aku tidak bisa menahan air mataku. Kemudian aku menangis bahagia.

THE END

Komentar

Postingan populer dari blog ini

STYLE

Seorang lelaki berjalan menyusuri jalan di tengah malam yang gelap. Dia hanya memiliki teman sang bulan. Gelapnya jalan tanpa lampu di sekelilingnya. Dia terus saja berjalan hingga tepat di sebuah rumah dia berhenti. Rumah itu sangat akrab bagi nya. Rumah yang dulu sering di kunjunginya. Dan sekarang rumah itu kembali dia datangi setelah tiada kabar mengenai dirinya. Rumah itu adalah rumah yang ditempati oleh kekasih nya. Tangannya mulai mengarah ke arah pintu itu. Suara ketukan mulai terdengar. Sesosok gadis membukakan pintu itu. Tampak sebuah kejutan yang ada. Raut muka gadis itu sangat terkejut. “ada yang ingin aku bicarakan denganmu. Ikutlah denganku” “Apa yang sedang kau pikirkan? Aku sudah lama menunggumu. Dan kau tidak memberi sepatah kata kabarpun! Dan sekarang kau kembali dengan cara seperti ini. Sekarang apa mau mu? Apakah kau ingin mengatakan kalau dirimu telah memiliki wanita selain diriku di hatimu? Sudah cukup! Tidak ada yang perlu di jelaskan. Apa yang terakhi...

Dendamku

Dahulu kau jadikan aku seorang ratu Dan mengabulkan semua pintaku Seakan ada seseorang yang meramal kehidupanku Sebagai pertanda akhir dari cintaku Kepercayaan itu telah sirna Kau yang mendustakan segalanya Dan lebih memilih dirinya  Hingga kau buang aku jauh disana Kau larut dalam kata-katanya Seolah dirimu yang paling teraniaya Bahkan, kau tatap aku dengan penuh dendam Hingga tubuhku hancur dengan kata yang menghantam Dendamku lebih membara dari padamu Seekor anjing terlihat lebih baik darimu Sayangnya, buas singa saja kalah darimu Karena ikut hanyut dalam kekejamanmu Ada satu hal yang sudah kau lupakan Sekuat apapun dirimu Angin tidak akan pernah habis dimakan Karena aku bisa lebih kejam darimu

Berteman

Bertemanlah dengan siapapun Jangan menjadi orang yang pemilih Karena Bukan teman yang menjerumuskanmu ke hal yang negatif Melainkan Dirimu Yang tidak bisa menjaga diri Dan Karena setiap manusia memiliki sisi baik dan buruknya Jangan tutup matamu untuk melihat satu hal Tetapi buka matamu untuk melihat semua pengalaman Karena baik dan buruk itu adalah pelajaran untukmu Jangan pernah kau mencari teman karena jabatan, ketenaran dan kepintaran Karena dari ketiga golongan itu selalu memiliki keunikan tersendiri Kau akan menemukan arti bahagia, kehidupan dan kekejaman Maka tiga golongan itu tak layak untuk menjadi sebuah standar Jangan pernah Mencari teman yang setara denganmu Karena Suatu saat nanti kamu akan sadar dan menyesal Tentang teman terbaik yang telah kau buang